Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id   •    Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id

Peristiwa Mei 1998, Akan Terulang Kembali Jika Prabowo-Gibran Berkuasa!

Author

calendar_today Okt 31, 2023
schedule 08:03

Banyak Gen Z yang berlum lahir ketika peristiwa Mei 98, dimana saat itu terjadi kerusuhan di semua kota besar di Indonesia. Rakyat menginginkan turunnya Presiden Soeharto karena banyaknya KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) saat itu. Penjarahan dan perampokan ke took-toko milik etnis tionghoa banyak terjadi, polisipun menghindar, karen jumlah rakyat yang begitu meluas. Kekesalan tingkat tinggi karena perilaku pemimpin negara yang memperlihatkan KKN begitu kental.

Pemuda pemudi Angkatan 98, sekarang sudah berumur 40-50 tahun, sudah mengetahui apa yang akan terjadi lagi jika Presiden Joko Widodo ingin mempertahankan kekukasaan dengan segala cara agar terlihat dipilih rakyat, dengan menempatkan Gibran, anak sulungnya menjadi salah satu cawapres di pilpres 2024.

Jika sekarang Presiden Joko Widodo ingin anaknya ada di pemerintahan pusat dengan menghalalkan segala cara, maka bom waktu kerusuhan besar akan terjadi. Selama anaknya menjabat, PDI Perjuangan (PDIP) akan menjadi oposisi, walaupun PDIP belum menyatakan. Pengkhianatan dari Gibran, anak Jokowi, yang sudah mengetahui bahwa keputusan partai adalah Ganjar sebagai capres, tetapi pengkhianatan terhadap partai yang telah menjadikannya walikota Solo, dianggap partai tidak membantu apapun, sehingga berani berkhianat.

PDI Perjuangan akan mengevaluasi seluruh keluarga Jokowi dalam pilkada 2024, untuk tidak dicalonkan oleh PDIP, karena perlakukan mereka ke partai tidak tegak lurus. Walaupun elit partai hanya menyindir mauver yang dilakukan Jokowi, tapi masyarakat terjadi pergesekan. Kampanye Prabowo Gibran akan dipersulit oleh simpatisan PDI Perjuangan. PDI Perjuangan merasa selalu membela apapun keputusan sewaktu menjadi presiden selama 9 tahun, tetapi di akhir malahan menjauhi partai. Jika saja PDI Perjuangan mengetahui sejak awal, maka keputusan-keputusan pemerintah tidak akan didukung di legislatif. 

Oligarkhi yang mendukung Jokowi di periode 1 dan 2, merasa khawatir, jika Jokowi memaksakan kehendak, nepotisme dibangkitkan lagi, politik dinasti dianggap lumrah, maka kejadian Mei 98 bisa terjadi kapanpun, dan korban utamanya adalah etnis tionghoa. Hal ini membuat oligarkhi berpikir ulang untuk membantu Jokowi.

Kejadian Mei 98, adalah sesuai hal yang sangat sulit dilupakan oleh etnis tionghoa di Indonesia. Oleh karena itu suara etnis tionghoa di Indonesia kemungkinan tidak akan memilih Prabowo-Gibran, yang akan membangkitkan peristiwa Mei 98. Suara merekan bisa ke pasangan Anies-Muhaimin atau Ganjar-Mahfud.

Mengapa ke Anies-Muhaimin, karena etnis tionghoa merasa nyaman pada saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan 2017-2022. Bisa juga ke Ganjar-Mahfud, hanya karena sebagai pendukung PDI Perjuangan.

 

Related Articles

Tips

Strategi Efektif Memanfaatkan Buzzer Pilkada di Instagram untuk Meningkatkan Suara Pemilih Melalui Rajakomen.com

Read more arrow_forward

Discussion

Tinggalkan komentar