Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id   •    Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id

Gerakan Rakyat Luncurkan Transformasi Digital dan Perkaderan Nasional: Dari Akar Rumput Menuju Indonesia Berdaya

Author

calendar_today Okt 28, 2025
schedule 22:20

Jakarta, 28 Oktober 2025 — Dalam momentum bersejarah Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Rakyat menegaskan langkah besar menuju organisasi modern yang tangguh dan berbasis rakyat. Melalui Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang digelar Selasa sore (28/10) di Jakarta, ormas ini meluncurkan arah baru perjuangan: digitalisasi organisasi dan penguatan kaderisasi nasional.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus pusat, dewan pakar, serta perwakilan bidang dan badan di lingkungan DPP. Rapat dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Gerakan Rakyat, dilanjutkan doa oleh Lukman Prasetyo dan pembukaan resmi oleh Sekjen M. Ridwan.

Sahrin Hamid: Gerakan Ini Lahir dari Nurani, Bukan dari Oligarki

Dalam pidato pembukaannya, Ketua Umum Sahrin Hamid menegaskan jati diri Gerakan Rakyat sebagai organisasi independen yang lahir dari akar kesadaran rakyat — bukan dari elite politik atau konglomerasi kepentingan.

“Gerakan Rakyat bukan organisasi warisan keluarga atau proyek oligarki yang ingin mengamankan kapitalnya. Tidak! Gerakan ini lahir dari nurani rakyat yang menginginkan perubahan sejati,” tegas Sahrin dengan lantang.

Sejak dideklarasikan setahun lalu, Gerakan Rakyat kini telah berdiri di 38 provinsi, menembus lapisan masyarakat hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. Sahrin menekankan bahwa kekuatan sejati bangsa bukan di pusat kekuasaan, tetapi di tangan rakyat yang bersatu dan bergerak bersama.

Ia juga menegaskan tiga nilai ideologis yang menjadi Trilogi Gerakan Rakyat, yaitu:

  • Kersa-Ksatria — integritas dan kepemimpinan berbasis nurani,
  • Musyawarah-Mufakat — budaya berpikir kolektif dan solutif,
  • Gotong Royong — energi sosial untuk membangun dari bawah.

“Yang membuat orang mau bergerak bukan harta atau kekuasaan, melainkan nurani, integritas, dan kebersamaan. Itulah jiwa Gerakan Rakyat,” ujarnya.

Era Baru Gerakan: Digitalisasi Lewat Sistem SIKAP

Salah satu agenda penting dalam rapat pleno ini adalah peluncuran SIKAP (Sistem Keanggotaan dan Administrasi Pengurus) — sistem digital yang akan menjadi pusat kendali data dan komunikasi organisasi secara nasional.

Wakil Ketua Umum Bung Winston menjelaskan bahwa SIKAP dirancang untuk memudahkan pengelolaan anggota, administrasi pengurus, serta manajemen kegiatan secara real-time.
Sementara itu, Dewan Pakar Nanang Sutisna menambahkan, sistem ini juga akan dilengkapi fitur pendaftaran anggota online, pelatihan kader digital, hingga sistem donasi transparan.

Langkah ini menjadi simbol perubahan besar: Gerakan Rakyat siap masuk ke era digital tanpa kehilangan akar sosialnya.

Menyiapkan Pemimpin Kersa-Ksatria Lewat Upgrading Nasional

Dari bidang perkaderan, Sekretaris Badan Perkaderan Bung Wahyudi memaparkan rencana Program Upgrading Kepengurusan Nasional yang akan digelar pada 10–11 Januari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 60 peserta dari jajaran DPP.

Program tersebut difokuskan untuk mencetak kader Kersa-Ksatria — sosok pemimpin beretika, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

Materi pelatihan meliputi:

  • Prinsip ekonomi kerakyatan dan keadilan sosial,
  • Kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan,
  • Keterampilan problem solving,
  • Musyawarah-mufakat, dan
  • Nilai gotong royong sebagai DNA Gerakan Rakyat.

“Kita tidak hanya mencetak pengurus, tetapi menyiapkan generasi pemimpin rakyat yang tangguh dan berakhlak,” tegas Wahyudi.

Konsolidasi dan Arah Gerakan ke Depan

Dalam sesi diskusi pleno, berbagai pandangan muncul terkait penguatan data anggota, peningkatan sistem digital, serta pengembangan jaringan kader muda melalui komunitas Muda Bergerak.

Sahrin Hamid menegaskan bahwa Gerakan Rakyat akan terus memperluas basis sosial dan memperkuat struktur politik rakyat di seluruh Indonesia.

“Gerakan Rakyat adalah laboratorium ide dan perubahan. Kita mendidik rakyat agar berdaya, kritis, dan siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, organisasi juga akan memperkuat fungsi sosial melalui Yayasan Bakti Gerakan Rakyat, yang menaungi program kemanusiaan seperti BAGANA (Badan Penanggulangan Bencana) serta Sekolah Gerakan Rakyat, wadah pendidikan publik tentang politik, kepemimpinan, dan kebangsaan.

Menatap Masa Depan: Dari Akar Menuju Arah Baru Perubahan

Rapat pleno ditutup pada pukul 17.38 WIB oleh Sekjen M. Ridwan, dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri — simbol pengabdian tulus untuk tanah air.

Gerakan Rakyat kini memasuki babak baru: organisasi rakyat yang adaptif, digital, dan berakar kuat di masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan ideologi Kersa-Ksatria, Gerakan Rakyat menegaskan bahwa perjuangan sesungguhnya masih berlanjut — dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Related Articles

Discussion

Tinggalkan komentar